Realisasi Program Tax Amnesty Di Luar Negeri Dilakukan Akhir Juli 2016

Program pengampunan pajak atau lebih dikenal dengan istilah tax amnesty telah mendorong kepada perwakilan masyarakat untuk melakukan warga negara Indonesia (sipil) di luar negeri agar segera memanfaatkan moentum tersebut. Direktorat Jenderal untuk perpajakan memiliki perwakilan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedutaan) di Hong Kong, Singapura dan London.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa minggu depan, wakil dari cabang-cabang dapat beroperasi. Sekarang ini adalah di tengah-tengah tahap persiapan untuk menjalankan serta membuat kesuksesan dalam rancangan dan upaya nyata tersebut.

tax amnesty
tax amnesty

“Minggu depan,” katanya dalam kantor Presiden, Jakarta, Rabu (2016/07/20).

Bambang mengakui, tahap persiapan dalam representasi tersebut lebih rumit daripada di negara ini, sehingga lebih banyak waktu diperlukan.

“Tapi itu berarti saya akan memperbaiki cara sebagai baik, tetapi dapat disiapkan untuk mendukung tiga perwakilan dari Kementerian luar negeri,” katanya.

Tambah Bambang, pada ketiga hari program digulung keluar, meningkatkan kepentingan umum. Dari pertanyaan besar perolehan kembali informasi dan formulir otoritas pajak yang dapat diperoleh pada kantor layanan imigrasi setempat.

“Banyak dari help desk. Pada kenyataannya, kami menolak semua kandidat atau yang tertarik untuk membantu meja pertama, jadi jika mereka tidak cocok mendaftar banyak perubahan yang dibuat, “ujar Bambang.

Sementara itu, terkait dengan kebijakan amnesti pajak Komite XI, mengundang Managing Director Bank BUMN, otoritas Jasa Keuangan (FSA) dan Indonesia Stock Exchange (BEI) untuk program lanjutan untuk membahas undang-undang amnesti fiskal.

Orang lain dalam kehadiran BTN Presiden Direktur Maryono, Wirjoatmodjo K Direktur Bank Mandiri, BRI, BNI Presiden Direktur Asmawi Syam Presiden Direktur Achmad Baiquni, Bei Presiden Direktur Tito Sulistio, kepala eksekutif FSA modal pasar pengawasan Nurhaida dan Ketua Eksekutif FSA Nelson Tampubolon perbankan Pengawas. Pertemuan ini dipimpin oleh anggota Komisi XI Jon Erizal dan mulai jam 14:55, akhir sebelumnya dijadwalkan pada pukul 14:00.

Selanjutnya diprediksi oleh banyak pihak bahwa dengan adanya program tax amensty yang telah disepakati bersama antara pemerintah dan DPR diyakini akan membawa dampak positif terhadap perekonomian Indonesia secara menyeluruh karena posisi capital inflow akan mengalir deras sehingga diharapkan dapat pula menggenjot sektor riil untuk semakin gencar melakukan pembangunan secara terpadu di bidang sarana dan prasarana untuk mendukung kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.