Kemampuan Indeks Syariah Th. Ini Akan Moncer, Ini Argumennya

orang-kayaSelama 2016, indeks saham-saham syariah yang terangkum dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tumbuh penting meraih 18, 62 % dibanding th. 2015. ISSI ditutup di level 172, 077 pada akhir 2016.

Perkembangan indeks syariah bahkan juga menaklukkan indeks saham-saham konvensional yang terangkum dalam indeks harga saham paduan (IHSG), yang tumbuh 15, 32 % dengan cara tahunan (year on year/yoy). Pada akhir 2016, IHSG ditutup di level 5. 296, 711.

Dengan beragam kesempatan serta tantangan di th. ini, apakah indeks syariah bakal kembali tumbuh lebih tinggi dibanding IHSG?

Head of investment & research PT Majoris Asset Management Yekti Dewanti menyampaikan, bila diliat ketidaksamaan pada ISSI serta IHSG, jadi pada indeks syariah tak ada saham yang berkaitan pendapatan berbasiskan bunga, seperti perbankan konvensional.

Th. lantas, perkembangan bidang perbankan hadapi tantangan diantaranya, tingginya cost provisi, hingga bikin laba bersih perbankan th. lantas termasuk moderat. ” Th. ini semestinya perbankan semakin bagus, ” kata Yekti, di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Bidang perbankan diprediksikan tumbuh lebih kuat th. ini satu diantaranya lantaran kebijakan bank sentral yang sudah memotong suku bunga referensi th. lantas. Dengan membaiknya bidang perbankan, peluang IHSG akan tumbuh lebih tinggi dibanding th. lantas.

” Namun janganlah salah. Meskipun tak ada saham perbankan konvensional di ISSI, namun terdapat banyak bidang yang mungkin th. ini, ” tambah Yekti. Sebagian salah satunya, dia sebut seperti, bidang konsumer, telekomunikasi, konstruksi, pertambangan, dan property.

Bidang yang berbasiskan mengkonsumsi domestik seperti konsumer bakal tetaplah tumbuh th. ini, serta beresiko positif pada pendapatan emiten seperti UNVR.

Sekian dengan juga bidang telekomunikasi. Beragam usaha rintisan atau yang berbasiskan aplikasi seperti Grab Serta GoJek bakal mendorong perkembangan paket data serta tingkatkan pendapatan emiten telco seperti TLKM.

Yekti juga menjelaskan, banyak proyek infrastruktur yang digenjot pemerintahan th. ini bakal mendorong kemampuan emiten karya. Harga komoditas yang lebih baik, walau tak penting, akan punya pengaruh pada bidang pertambangan. Emiten seperti UNTR, bakal banyak diuntungkan dengan membaiknya harga komoditas.

Paling akhir, perusahaan-perusahaan property yang th. lantas masihlah kurang agresif ditaksir bakal menggenjot penjualan th. ini. ” Bidang-sektor tersebut yang istilahnya masihlah memberi potensi perkembangan cukup tinggi, ” kata Yekti.