Tips Atasi Sales Mobil yang Nakal Suka Menipu

tips membeli mobil baru

Mungkin saja di antara rekan-rekan ada yang pernah mendengar atau bahkan juga alami ” dikerjain ” oleh sales mobil waktu beli mobil baru? Nah, tersebut yang bakal saya berbagi kesempatan ini untuk hindari kenakalan sales mobil itu. Serta ini saya susun berdasar pada pengalaman riil saya sendiri waktu beli mobil. Sesungguhnya bukanlah maksud menginginkan pamer atau apalah namanya dengan menulis artikel ini.

Cuma lantaran saya menginginkan berbagi saja agar tak akan banyak berlangsung korban kenakalan dari sales mobil. Bermula dari sakitnya ayah mertua yang perlu check-up berkali-kali serta bolak-balik ke tempat tinggal sakit untuk penuhi perawatan dokter. Kami juga bukanlah termasuk orang kaya dengan pendapatan besar, namun lantaran orangtua memerlukan mobil untuk wira-wiri, jadi selekasnya saya hantarkan mobil kami untuk kepentingan ayah.

Tak nanggung-nanggung, saya dari Kota Denpasar menuju Bandar Lampung cuma berdua dengan anak mengantar mobil. Lega rasa-rasanya demikian pekerjaan penghantaran ini usai, walaupun tubuh rasa-rasanya pegal serta capek tak ketulungan lantaran ” single driver ” Sepulangnya dari Lampung, merasa agak berat. Umumnya untuk pergi mengantar anak sekolah serta bekerja, saya membawa mobil.

Walaupun biasanya gunakan roda dua (motor), tetapi bakal merasa berat, waktu hujan serta melalui daerah Nusa Dua serta Sunset Road Kuta yang panasnya mengagumkan (saat itu tengah ada proyek Under Pass Patung Dewaruci serta jalan Tol diatas laut Nusa dua-Benoa). Sekali lagi, kami juga mesti memutar otak untuk mengambil mobil baru. BTN jadi pilihan kami.

Maaf, ini bukanlah nama satu bank swasta, namun kepanjangan dari Bayar Namun Nyicil. Iya.. kami mesti credit mobil! Besok harinya, saya survey ke semuanya dealer mobil untuk berupaya memperoleh harga yang cocok serta sesuai sama kocek kekuatan kami. Dari semuanya pilihan yang ada, pada akhirnya pilihan jatuh pada satu merk populer berlambang berlian. Harga nya cukup layak serta layak. Kami dilayani seseorang sales cantik.

Ia menyebutkan dianya May (nama samaran). Dari penuturannya mengenai product mobil, cukup bikin kami senang. Info product yang di sampaikan cukup mendetail. Serta May juga menjanjikan sarana bonus yang didapat dari pembelian mobil itu. Ada bonus, tv headset, LCD monitor, GPS serta DVD player. Sudah pasti ini telah termasuk juga bandroll harga, kata May menerangkan. May juga menjanjikan ada bonus lain seperti kaos serta payung. Wajar, itu fikir saya. May juga tawarkan kami untuk beli anti karat body serta asuransi mobil. Saya fikir, saya belum demikian memerlukan anti-karat.

Namun bila asuransi mobil, saya bersedia jadi nasabah dari kenalannya May. Singkat narasi, sesudah pembayaran dikerjakan, mobil juga diantar ke tempat tinggal. Lantaran system engine matic, saya juga belajar serta di beri pengarahan segera oleh driver dari dealer May itu. Demikian coba mobil baru, selekasnya saja, rasa mengganjal hati ini terganggu. Mana Monitor Monitor LCD, GPS, DVD player yang dijanjikan?

Kenapa cuma ada radio tape umum yang standard? Kemana janji dari May? May menjawab, bila stok persediaan LCD, GPS, serta DVD Player tengah kosong. Kami diminta menanti 1 bln. untuk memperolehnya. ” Kelak bila telah datang dari Jakarta, bakal kami segera gunakan, Pak “, jawab May. ” Ini program pusat. Pusat tengah kehabisan stoknya, Pak “.. jelas May lagi. Walaupun sedikit kecewa, kami dengan terdiam serta cuma dapat mengerenyitkan dahi.

Dalam hati kami berkata, ” Duh, tentu ada yang tidak beres ini,… “. ” Ok Mba May. Bila demikian, Tolong di Nota Penerimaan barang, check listnya ditulis, untuk alat-alat itu belum ada “, timpal saya. ” Baik, Pak. Bakal kami catat, “, sahut May. Dari pembelian bln. April 2013 hingga bln. Juli 2013 atau 4 bln. lamanya, semuanya sarana itu belum juga datang. Jengkel sekali rasa-rasanya bila begini.

Serta saya juga terhenyak waktu mendatangi kantor Dealer Mobil itu. ” Mba Mey telah sign out, Pak. Pulang ke Manado, Nikah disana “, jawab seseorang sales. ” Jadi? Bagaimana dengan janji nya? Ada janji May yang belum dipasang di mobil saya. “, kata saya lagi. ” Ya kami tak dapat membantu ayah. Lantaran ini bukanlah kekeliruan kami. “… LHOO?? ” Cobalah mba, saya ingin ketemu sama Managernya atau siapapun yang bertanggungjawab di sini, ” kata saya sembari menahan amarah. Saya juga dipertemukan dengan Manager Marketingnya.

Sang manager menerangkan bila memanglah itu semuanya tanggung jawab Mey. Dari dealer sesungguhnya telah tak ada sarana bonus lagi. Serta ini memanglah akal-akalannya Mey untuk menjerat saya serta istri, agar tertarik beli mobil. Dari Manager Marketing dealer, saya memperoleh nomor handphone May. May nyatanya masihlah ada di Denpasar.

Dia tak geser ke Manado, tetapi cuma geser kerja ke dealer mobil merk lain. May menyebutkan nama jalan kantor dealer barunya. Selekasnya saja, saya berbarengan istri mendatangi May, untuk memohon pertanggungjawabannya. May berjanji untuk menempatkan semuanya sarana interior mobil seharga nyaris 10 Juta itu. Ia menyebutkan bila itu bakal dijamin dari kantongnya sendiri.

Serta lantaran tak mampu memenuhinya saat ini, May memohon saat sekitaran 3 bln. untuk menyatukan duit untuk medapat LCD, DVD serta GPS mobil. Agak mahal memanglah, lantaran dari pertama, May memanglah telah berjanji dengan merk yang ia sebut dengan kwalitas tinggi. Sampai tiba waktunya, pada akhirnya LCD, GPS serta DVD juga dapat dipasang dalam mobil kami. Serta pastinya semuanya mesti dilalui dengan merelakan sedikit juga duit penambahan dari kami. Mey nyatanya juga tidak ingin memikul seutuhnya. May memohon sekitaran 25% dari harga GPS, LCD serta DVD mobil.

Istri saya yang mengerti peristiwa ini, lantaran turut ikut serta serta biasanya menelpon May, begitu geram dengan tingkah Mey. Hingga istri berkata, ” Mba Mey, saya serta suami miliki kenalan banyak dealer mobil di Pulau dewata. Nyaris semua mentertawakan Mba Mey. Mereka katakan, mana ada dealer mobil elegan jualan mobil kosongan interiornya? (Tanpa ada DVD, LCD, serta GPS). Itu khan telah termasuk juga harga bandroll “.

Ya, kecewa serta kecewa sekali kami dengan service dealer, terlebih sales nakal seperti May ini. Selidik miliki selidik, berdasarkan narasi dari seseorang rekan yang kebetulan pekerjaannya supervisor sales mobil serta mengetahui May katakan bila May itu memanglah populer sebagai sales licik. Korbannya banyak. Serta ini berlangsung lantaran pola hidup May bak selebritis.

Ah, sudahlah itu bukanlah masalah saya. Kami telah memperoleh apa yang kami ingin. Cuma terlintas fikiran kami, untung saja, May tak menghilang serta lost kontak. bagaimana bila kami tak dapat temukan May?

Khusus untuk anda yang ingin membeli mobil baru, harap berhati-hati. Itulah mengapa kami dari Honda Purwodadi selalu mengingatkan sales/marketing agar tidak memberikan janji-janji yang tidak bisa dipenuhi